Damarwangi blog on Technologies

Gadgets, Softwares, Electro Medical, Biotech, Share on current issues

Tik tak tik tak….waktu menunjukkan pukul 4 pagi, aku seketika terjaga di tengah tidurku yang lelap akibat kelelahan selama beberapa hari menyiapkan acara pameran itu.
Di tengah convy nya kamar hotel bintang 4 ini, mataku tidak bisa lagi kupejamkan…akupun terjaga dengan seluruh kesadaranku…

Lalu kunikmati tayangan cable yg ada….setelah sebuah film cerita yg menarik, tombol itu pun kupencat pencet, mencari sesuatu yg menarik di pikiranku. Akhirnya kutemukan juga…tayangan mengenai sebuah penelitian di negara maju yg sangat menarik perhatianku sejak 9 tahun yg lalu….fuiiih…Apakah itu? Rahasia donk…yeee…

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi, mentari sudah tinggi di ufuknya….aku sengaja membuka seluruh jendela agar hangatnya sinar pagi dapat kunikmati..…segera aku pergi ke kamar mandi, mandi dan mencuci rambutku yg sudah mulai tak karuan panjangnya.

Hari ini hari sangat istimewa pikirku. Orang nomer 2 di Republik ini setidaknya akan berkenan hadir dalam pameran karya anak-anak bangsa dan pengkhayal sejati macam diriku.
Mungkinkah karena itu, aku sudah tidak sabar lagi? Entahlah…yang pasti diriku sangat tak mengira dari hampir 600 karya pilihan anak bangsa yang innovatif, dan kreatif, team ku masuk ke dalam nominator sepuluh besar kabarnya. Ah Tuhan…apakah aku tidak bermimpi? Apakah risetku selama ini sudah mulai tercium oleh sebuah penghargaan…walopun belum menyentuh bidang pendanaan?!!!

Ah, ini adalah hari yg penting bagiku dan bagi seluruh team yg aku pimpin. Setelah aku membersihkan diriku, aku tak sabar membangunkannya….aku bilang hari ini kita harus datang lebih awal ke pameran. Aku pun sudah memprediksi pengawalan protokoler orang nomer 2 di Republik ini pasti lebih ketat. Maka itu aku mau datang lebih pagi supaya kami punya waktu lebih banyak untuk menyiapkan semuanya.

Setelah mengangkut PC dan peralatan pameran…yah aku turun untuk breakfast….
Saat breakfast pun aku lalui secepatnya dan rasanya kakiku ini ingin segera saja sampai ke JHCC….
Setelah breakfast, segera meluncur ke JHCC….dan tepat prediksiku….pengawalan lebih ketat hari ini. Tampak bagian parkir tepat di depan gedung sudah disterilkan…dan beberapa orang berseragam berjaga-jaga, dan dari depan pintu utama Xray scan dan metal detector siap menunggu….satu demi satu protokoler itu pun aku lewati.

Wah istimewanya hari ini, Paspampres dan protokoler standard orang VVIP ini mensinyalemenkan kepastian kedatangan orang nomer 2 Republik ini….fuiih jantungku berdegup lebih kencang…

Setelah sampai di booth/standku yg mungil, aku pun segera memasang perangkat display…satu persatu kurangkai, sambil kuperhatikan beberapa perwira telah datang dan melihat-lihat pameran karya nominator. Mereka pun tersenyum kepadaku. Aku pun mengangguk, memberi hormat. Mereka pasti tertarik dengan karya adik-adik yang ada di pameran ICT ini ….mulai dari anak SMA Sidoarjo yg merangkai robot anti terror, Anak ITS yang merangkai mouse dengan penggerak sensor mata, anak-anak UI yang merangkai Smart chip yang terintegrasi, dan lain sebagainya.

Sayangnya hari itu, teamku pada sibuk di lapangan. Sekitar satu setengah jam kemudian, pihak panitia pun memanggil semua peserta pameran nominator untuk berkumpul di ruang utama Merak 2 untuk mengikuti pidato Menteri Komunikasi dan Informasi, Muhammad Nuh dan sambil menunggu kedatangan JK.
Akupun mau tak mau harus masuk, dan duduk manis menikmati pidato demi pidato orang-orang VVIP itu.

Pada satu pidato JK sempat menyindir kami, anak-anak muda yang terjaga di malam kelam & pagi buta lalu tidur di pagi hari, saat bekerja untuk mendapatkan inspirasi dan inovasi….kekeeke….huahaha…akupun tak dapat menahan tawaku…karena dia persis menyindir cara hidupku…aah bapak kita yg satu ini bizaa aza…Tapi memang itulah kenyataannya….memang ketenangan yang kami butuhkan untuk mendapatkan konsentrasi yang maksimal, mau tak mau kami berteman dengan malam dan bintang dan saat matahari terjaga, kami baru berangkat ke peraduan…Kehidupan yang sangat tidak dapat dimaklumi orang kantoran typical 9to5, iya kan? He eh…nyengir dee

Tak berapa lama, MC mengumumkan bahwa JK akan segera mengunjungi stand demi stand….kami pun berhamburan berlari keluar ruangan untuk kembali ke pos menjaga stand masing-masing.

Wah, letak stand ku yang sangat strategis menjadi kunjungan ke-2 untuk JK dan Pak Muh.Nuh….jantungku semakin berdegup kencang. Langkah kakinya mengarah ke stand ku, tiba-tiba dia sudah berdiri tepat di sampingku dan berdialog denganku mengenai riset multimedia Damarwangi. Ternyata dia cukup menunjukkan minat pada risetku yg selama ini menjadi bahan tertawaan sebagian orang yg bilang aku neko-neko, idealis, bla-bla…ah…perduli setan dengan semua itu….Waktu jualah yang akan membuktikan segalanya bukan??

Yah memang benar seperti kata Agnes Monica……Anjing mengonggong Kafillah berlalu…Orang sirik tanda tak mampu….

Ternyata hasil kerja keras anak-anak teamku dan hasil berpikir yang membuat rambutku banyak beruban telah mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari orang VVIP di Republik ini…Terima kasih Tuhan…Alhamdulillah….

Mudah-mudahan diriku semakin kuat dan tegar menjadi pengkhayal sejati dan mudah-mudahan semakin banyak orang yg bisa menikmati hasil-hasil riset Damarwangi di suatu hari nanti. Amin.

Belum cukup di situ, lunch standard hotel berbintang yang free dari pihak sponsor dan malamnya sebuah Gala dinner yang elegan digelar….wah segala fasilitas ini aku dapatkan dari sebuah apresiasi sejumput orang yang menghargai penelitian dan pengembangan disiplin ilmuku. Yah agak norak memang mengumbar-umbar tata boga, tapi buat aku dan teamku yg biasa makan di warung….hal ini cukup berkesanlah..

Walaupun pengumuman 10 besar dan nominator terlambat hingga 2 bulan karena koordinasi yg berantakan dari pihak sponsor dan penyelenggara….yah maklum deh….tahun lalu saja hanya 107 karya yg masuk dan Damarwangi keluar sebagai finalis dari category Start Up. Seharusnya tahun lalu aku hadir pada acara finalist karena sudah masuk 2 besar dan seharusnya aku dapat berangkat ke Hongkong untuk melanjutkan ke tingkat Asia Pasific, tapi sebuah pekerjaan yang sudah aku sign kontraknya, menahan langkahku menghadirinya, karena tepat diadakan pada hari dan jam yang sama. Durung kepareng, kata ibuku dalam bahasa Jawa.

Tahun ini?? Tahun ini ada 590-an karya yang masuk, dan kami pun masuk sebagai nominator 10 besar dari 55 kategory R&D yang terdaftar…welll…not bad at all…but not good enough neither…well it takes time….hard works and patience will pay off eventually…..In Japanese you could say “GAMBATE”….

Di manapun aku akan berpijak, berhijrah atau apapun namanya, niatku selalu tulus dan ikhlas dan keyakinanku pada sebuah cita-cita telah menjadikan kekuatan batin yg luar biasa besarnya, dan nyatanya jauh lebih besar daripada yang aku pikir aku bisa perbuat.

Tulisan ini dibuat pada 7 Desember 2007 sebagai ungkapan rasa syukurku kepada empunya Penghidupan dan orang-orang di sekelilingku baik di depan maupun di balik layar yang sebenarnya menggerek bendera yang sama.

Tags:

If Only I were in sahara on a beautiful night, I should have count those stars…one…two…three…four…. five…six…seven…a billion (much better than waiting Mr.”Who Appreciate Technology” comes and make donations to our R&D Dept.)

My hairs turn white just like Mak Lampir…. too much thinking I guess…
Many months now n’ counting…. our research and development team gain more knowledge…. more innovation…but still…our head banging on that rocks…fund. Fund…fund…yet NO FUN at all….

Should I sacrifice my chauvinism to Mother Pertiwi? Well at least some of my friends said that I am chauvinistic than nationalist…. Really ? Do I love my country that much? Fuiiihh…scary…

How can someone who is chauvinistic (to her country, which is in the East part of the world) can also have a West-minded thought?

Am I a coin with two different sides? Well…. if I am, then I am rich in terms of life-value.

Banging my head on the rocks again….ooohh Gosh…..who will support and funding our R&D team?

Actually, this Multimedia Research makes me dreaming of the new Indonesia, who can struggle, survive and win in technology….

Gosh if only the government is smart enough to always seeking opportunity that is promising.
Hmm… remembering that tempted offer in Schlumberger Technology Center in the UK that I turned down, and Microsoft that I also turned down. Am I only enjoying applying? Hmm…
Millions of people looking out for that position …and I turned it down when they offer me a position? Am I idealist or just simply stupid?

Well…what can I say…I like solving things my way, creating things that some people thought I am only dreaming

Several months now struggling with assembler, fiber optics, micro controller, material of semiconductors, managing tough men(this one only joking guys, you are indeed very cooperating) bla bla bla…..while maybe all of my friends living a normal life, having cute babies, enjoying their motherhood, office from nine to five, clubbing, and sleeping at normal hours…. Making a fix income every month…how nice

And me? I have to think of my employees, and their family…. how to further our R&D dept…. how to strategize in marketing…bla bla bla… have to responsible of my own decision, and no matter how, have to accomplish my objectives…. so help me God!!

Well…hope Mr.”Who Appreciate Technology” will come and make a contribution to our R&D dept..

Yup…just like my idol BK said “Always forward and never retreat”

In time, maybe my chauvinism will surrender, for the sake of our objectives…and when everybody asking why do I turn 180 degrees… certainly they are forgetting how hard it is to funding our research…

Back to the question…. would you rather be a Dragon’s tail or Snake’s head?

Dedicated to our R&D Dept Team; Dr. Soetikno, bang Sof, Kang Koes, Pak Iwan, Pak Deni, Mas Amri, Mas Subur, Pak Hadi, and last but not least the greatest support from my husband…tout est possible car j’avais ton encouragement. Je remerci tous qu’il m`aide avec l`esprit et d`encouragement.

Tulisan ini dibuat pada 11 May 2007 sebagai bagian dari kontemplasi yang kontradiktif sebuah perjuangan mencapai cita-cita…

Tags:

“Memetik apa yg kita tanam dan menuai apa yg kita sebar”

 

Hmmm….artikel demi artikel yg kubaca, semakin membuat dahiku berkerut….betapa kita selama ini hanya “setengah hati” menjaga alam dan kelestariannya.

Konferensi tentang buah anggur dan minuman anggur di Prancis yg baru saja berlalu….tapi masih saja Issue/masalah global warming yg sudah sekitar 20 tahunan beredar dalam global society, ditanggapi setengah hati.

Lihatlah hasilnya….buah anggur dan minuman anggur berubah rasanya. Akibat pemanasan bumi yg semakin intens, panas yang seharusnya diterima tanaman anggur jadi over dosis dan mengakibatkan rasa anggur terlalu manis dan kadar alkoholnya tinggi….

Mungkin jika sekarang kita sedang di Bordeaux atau Dijon dan memetik buah anggur yg jadi kelewat manis itu akan terasa nikmat di lidah orang Jawa, tapi jika kemudian ceritanya bersambung untuk diolah menjadi minuman alkohol….hmm…menyimpan puluhan botol anggur, bakalan tidak bisa lagi dinilai sebagai investasi!

Buat banyak orang yg punya duit berlebih, mungkin suka menyimpan botol anggur sebagai pilihan investasi. Semakin berumur semakin mahal….sama seperti logam mulia Aurum. Kapan sih harga emas jatuh? Yang ada juga harga bursa saham jatuh, nilai uang ter-devaluasi. Tapi sekarang bisa lain ceritanya….

Bumi dan isinya, tanah, udara, air diberikan asalnya cuma-cuma untuk manusia dan makhluk yg ada di dalamnya. Tapi sekarang, lihat…mana ada yg gratis? Air mau yg bersih saja, dijual….begitupun udara atau lebih tepatnya Oksigen….kenapa? karena Kita tidak mau menjaga alam ini dengan sungguh-sungguh….udara bersih pun jadi langka, apalagi di kota seperti Jakarta.

Mengapa di sini ada Ubi Super Manis dari Cilembu? Mengapa jika saya cabut umbinya dan saya tanam di daerah lain, akan lain rasanya, walaupun dari umbi yg sama?

Mudah2an semua orang di negri sinting ini masih mau membuka mata tentang betapa pentingnya “pure science research” alias riset ilmu-ilmu dasar,yah fisika, kimia, biologi molekuler, dan sobat-sobatnya.

Iklim, vegetasi, contour tanah, intensitas cahaya matahari, sampai dengan kandungan mineral dan zat hara pada setiap tanah tentu saja berbeda. Ini semua yg membuat setiap tanaman yg kita tanam akan berbeda.

Dalam masalah ini, kita sedang dalam fase menuai “karma akan ke-setengah-hatian kita memelihara alam”….pemakaian CFC (Chloro Fluoro Carbon) pada botol-botol hairspray, freon pendingin AC pada era tahun 80-an telah berpartisipasi dalam issue global warming, yang meningkatkan suhu bumi dan memporak porandakan siklus iklim di Bumi ini. Belum lagi bahan bakar kendaraan yg ber Plumbum(Pb), yg lebih murah dari yg TT(tanpa Timbal) mensupport planet ke –3 dalam urutan Milkyway Galaxy ini jadi semakin panas.

 

Renungan dan pengalaman pribadi

 

Colchester di akhir 2000an….aku nikmati secangkir teh Lady Grey dari Tweenings…..aku ingat banget, jika teh ini aku seduh memakai Tap water, rasanya akan kacau balau…bukannya tidak enak, tetapi rasanya aneh. Di UK, air keran memang bisa langsung diminum, tetapi kandungan mineralnya terlalu tinggi dan akan berpengaruh pada rasa. Jadi kalau mau tahu rasa teh yg sebenarnya belilah distille water, kalau di negri kita yah Aqua. Jadilah teh Lady Grey itu aku seduh dengan air non-tap water, dan rasanya sangat jauh berbeda.

Di UK, sampah organik dan anorganik pun dipisahkan mulai dari setiap rumah. Penjaga sampah yg datang hanya akan mengambil sampah tertentu, sedangkan sampah seperti papers, tumpukan buku/kertas lainnya harus dipisahkan dari sampah rumah tangga dan ditaruh di tempat sampah besar yg akan diambil beberapa hari sekali. Waktu itu aku iseng, aku mau tahu apa yg akan mereka lakukan jika aku jadikan satu…..akhirnya mereka tidak angkut itu sampahnya(dimarahin land lady lage…mang enak…). Mungkin hal semacam itulah yg mendidik kita disiplin mulai dari hal-hal kecil menjaga lingkungan.

Betapa research puluhan tahun telah berhasil memetakan human gen dan memenangkan Nobel Prize. Namun sayangnya perusakan alam berjalan lebih cepat daripada proses research itu sendiri….jika kita masih aja setengah hati dalam memelihara alam, cepat atau lambat, anak cucu kita akan memakan buah dan memetik bunga yang ber-mutasi. Dan jika itu terjadi, kamu pun akan menjelaskan manisnya rambutan rabiah kepada anakmu secara panjang lebar, dan akan tiba saatnya, kita harus memetakan rasa dan bau seperti para scientist bekerja keras memetakan genome Homo Sapiens!

Ditulis pada 7 April 2007 sebagai buah pemikiran dan renungan…

Tags: