IYCEY awards 2008-2009
International Young Creative Entrepreneur Year of 2008 award
“You could aim your life at a destination, but it’s a journey that count. Because your life is a part of a responsibility, not only to yourself or your children, but also to your society and to others” -Lelya-
Adalah sebuah ajang penghargaan bergengsi untuk mengapresiasi kegiatan para pelaku bisnis kreatif yaitu anak-anak muda dalam kisaran umur 25-35 tahun. Mereka adalah tunas-tunas muda bangsa yang memadukan gejolak kreatifitasnya, baik dalam berfikir dan berkarya dan mengemas outputnya sehingga memiliki nilai jual/komersial.
Bisnis kreatif adalah bentuk ouput dari sebuah kreatifitas yang dapat berupa seni musik: lagu/band, seni grafis: animasi 2d-3d, web design, seni menulis: buku/tulisan, seni rupa: rancangan design pakaian/fashion hingga yang mengaplikasikan teknologi: software system. Semuanya dibuat berdasarkan kreatifitas dan ide original, dan hasilnya memiliki nilai komersial.
The British Council dalam ini sebagai Organisasi nirlaba dari Inggris, sudah beberapa kali ini menyelenggarakan ajang IYCEY di Indonesia. Untuk tahun 2008 ini, BC mengambil 4 sektor yang diikutkan kedalam IYCEY, yaitu sector Screen(feature film, documentary, shorts, television production, and animation), sector Interactive(Interactive software publishers, developers and marketing specialists, web design), sector Fashion(textile, accessories or perfume design and production, Fashion retail: buying, merchandising) dan sector Communications (Advertising and branding agencies, PR & Photography agencies).
BC menerima sekitar 50 hingga 100 aplikasi dari setiap kategorinya. Dan tahun ini telah terpilih 37 anak muda sebagai finalis IYCEY 2008 di Indonesia.
Dari setiap kategorinya, akan dipilih 1 orang saja untuk mewakili Indonesia pada ajang IYCEY tingkat dunia yang akan diselenggarakan di UK.
Jawara IYCEY bidang Screen akan mewakili Indonesia, untuk pergi ke UK tanggal 12-24 October 2008 dan akan berkompetisi dengan para entrepreneur dari China, India, Lithuania, Mexico, Nigeria, the Philippines, Poland, Slovenia, and Thailand.
Jawara IYCEY bidang Interactive juga akan mewakili Indonesia, pergi ke UK tanggal 6-18 November 2008 ini dan akan berkompetisi dengan Brazil, Estonia, India, Poland, Russia, Slovenia, dan Turkey.
Jawara IYCEY bidang Fashion mewakili Indonesia juga berangkat ke UK, 1-13 February 2009 untuk berkompetisi dengan Brazil, India, Mexico, Saudi Arabia, South Africa, Sri Lanka, Poland, Thailand, dan Tunisia.
Jawara IYCEY bidangn Communications mewakili Indonesia juga berangkat ke UK, Pada bulan Maret 2009 dan akan berkompetisi dengan the Central South Asia region, Ghana, Kuwait, Latvia, Mexico, Nigeria, Russia, Slovenia, dan the South Caucasus.
Karantina para finalis IYCEY 2008
Ke 37 orang finalis IYCEY Indonesia ini sempat menjalani masa karantina di Jakarta dan Bandung sebelum menghadapi para juri yang sangat kompeten pada masing-masing sector. Selain itu, kegiatan karantina para finalis, juga diisi dengan pembekalan dan Focus Discussion Group terhadap aspek bisnis dari industri kreatif dari Bina Nusantara Management School.
(Foto 37 finalis IYCEY Indonesia 2008 semasa karantina)
Begitu juga dengan presentasi business incubator dengan pembicara dari Cultural Entreprise Office- Glasgow dan juga Raw-Nerve, sebagai contoh perusahaan yang sukses dengan industri kreatifnya.
Disamping kegiatan yang cukup serius tersebut, finalis juga diundang pada acara dinner dan diperkenalkan dengan band dari UK, yaitu D-Fuse.
(BC memperkenalkan pengisi acara pada KICKFEST Bandung, yaitu Band D-Fuse dari UK di Café Twank, Bandung)
Dukungan industri kreatif terhadap perekonomian Indonesia
Dalam portal nasional http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=8013&Itemid=693
Departemen Perindustrian mencatat industri kreatif menyerap 5 juta tenaga kerja, dan menyumbang kontrobusi ke PDB sekitar 6,3 persen (Menteri Mari Elka Pangestu dalam seminar Urban Planning dan Budaya Kreatif di Kampus ITB, Bandung (8/8).)
Mimpi saya agar Organisasi semacam CEO juga hadir di Indonesia
Cultural Entreprise Office adalah Organisasi yang dibentuk untuk memberikan dukungan mulai dari konsultasi, dan support kepada para pelaku industri kreatif di Britania Raya, khususnya di sekitar Scotland. http://www.culturalenterpriseoffice.co.uk/website/
(Presentasi Business Incubator oleh Deborah dari CEO dan Kieran McMillan dari Raw-Nerve)
CEO dibiayai dari funding yang didapat dari berbagai sponsor. Idealnya Indonesia memiliki banyak lembaga semacam CEO ini, karena potensi yang luar biasa dari sumber daya manusia-manusia muda Indonesia yang tidak kalah kreatif baik dalam bermusik, berfashion, beranimasi maupun berteknologi.
Memang CEO tidak memberikan pinjaman uang sebagai modal (lagian itu lebih merupakan kewajiban pemerintah dan bank – sepertihalnya teladan Muhammad Yunus pemenang nobel bidang ekonomi, yang meminta pemerintah meringankan dan melapangkan jalan untuk para pelaku bermodal kecil )
Pandangan saya terhadap industri kreatif di Indonesia
Saya dan Damarwangi kebetulan bergerak di bidang ICT, atau teknologi informasi, semenjak tahun 2003.
Dalam pandangan saya, masih banyak yang perlu dibenahi (baik secara infrastruktur maupun policy dari pemerintah) agar industri ICT kita dapat lebih kondusif dan mampu bersaing dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Sebagai contoh, Indonesia dengan India dan China, masih jauh ketinggalan dalam industri ICT ini. Sebabnya adalah pola pikir orang Indonesia yang cenderung menunggu order sebelum menghasilkan sebuah produk ICT yang memiliki nilai komersial secara bisnis. Hal ini sangat berbeda dengan India, negara yang jadi trendsetter industri film dan ICT, India juga menjadi outsourcing negara-negara maju, khususnya di bidang ICT. India terus melakukan produksi baik di bidang film, ataupun ICT, bahkan ketika order/pesanan belum ada. Lalu bagaimana pemasarannya? Adalah barisan marketing yang memgang tanggungjawab untuk memasarkan sebuah produk. Saya percaya di tangan orang-orang marketing, produk yang kita hasilkan akan mampu bersaing dan memiliki bisnis value sesuai apresiasi para pemakainya.
Para Juara IYCEY 2008
Pengumuman para pemenang IYCEY 2008 dilakukan di booth British Council di lapangan Gazebo, Gd.Sate sebagai bagian dari rangkaian acara KICKFEST(Kreatif Independent Clothing Komuniti Festival).
BC sendiri membuka sebuah booth yang penuh dengan berbagai pameran yang eco-friendly, mulai dari pembuatan tas dari pemanfaatan limbah sampah, hingga alat-alat musik alternatif yang dibuat oleh Bapak Dodong, yang memanfaatkan limbah dan ramah lingkungan.
(Foto para Jury di IYCEY 2008, dari seluruh kategori yg dilombakan)
Para juri diantaranya: Ninuk M. Pambudi, Petty S. Fatimah, Shinta Dhanuwardoyo, Triawan Munaf, Wahyu Aditya, Riza Primadi, Indra Utoyo, Bullitt Sesariza
Selengkapnya inilah para dewan juri pada final screening IYCEY 2008.
Juri untuk kategori :
SCREEN: Wahyu Aditya, Riza Primadi, Tino Saroengallo
INTERACTIVE: Indra Utoyo, Shinta Dhanuwardoyo, Bullitt Sesariza
FASHION: Deli Makmur Rachman, Ninuk Pambudy, Marius Widyarto
COMMUNICATIONS: Triawan Munaf, Petty S. Fatimah, Jimmy Silalahi
Berikut ini adalah para pemenang/jawara IYCEY 2008
Sektor Screen : Sakti Parantean
Sektor Interactive : Rachman Ibrahim
Sektor Fashion : Oscar Lawalata
Sektor Communications : Irfan Amalee
Para juara IYCEY 2008 yang akan mewakili Indonesia pada IYCEY tingkat dunia di UK.
(Dari kiri: Rachman Ibrahim – Sakti Parantean – Irfan Amalee – Oscar Lawalata)
Nilai positif dalam keikutsertaan IYCEY 2008
Berbagai nilai positif yang saya dapat dari keikutsertaan saya sebagai finalis dalam IYCEY 2008 ini. Hal yang menyenangkan adalah menambah pengalaman saya sebagai pelaku bisnis/sebagai entrepreneur, di samping itu juga menambah kawan/kawan senasib, yaitu terbentuknya komunitas yang memiliki interest dan passion di bidang yang sama, selain itu juga masa karantina yang asik, penuh pembelajaran tentang how to survive dalam berbisnis, how to compete our products, hingga inspirasi yang saya dapat dari Raw Nerve yang dimotori Kieran, dan harapan saya agar Indonesia memiliki Cultural Enterprise Office seperti yang dipimpin Deborah. It helps a lot! Paling ngga lembaga macam CEO menyatukan komunitas entreprenur dalam industri kreatif, memberikan saran/advice, pelatihan hingga ke mana kami harus memasarkan produknya. Tentu saja ini akan lebih synergy jika didukung iklim yang kondusif, memangkas jauh rentetan birokrasi di Indonesia dan adanya policy pemerintah yang memback up penuh kreatifitas kami yang memiliki visi jauh ke depan dan peran serta aktif dalam membangun negri kita tercinta ini.
It has been my privilege to meet and mingle with all the finalists. They are young, creative, talented, independent, brilliant and crazy!! Their genuine ideas have given me positive energy and now I could look at a shinny Indonesia future. For me, they are all winners and have a special place in the Indonesia’s creative industry.
Always be creative…because opportunity comes within creativity and innovation.
Dirgahayu Indonesia-ku yang ke-63! Merdeka!!
(Foto bersama para jury kategori Interactive: Pak Indra Utoyo, Direktur IT TELKOM-Lelya, finalist IYCEY 2008 Interactive and founder Damarwangi-Bu Shinta Danuwardoyo, founder Bubu, dan Bullitt Sesariza, dari Bullitt Logic System)







